Tampilkan postingan dengan label Tsaqofah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tsaqofah. Tampilkan semua postingan

Sebuah Renungan Untuk Menggapai Kemenangan.

1 SYAWAL 1430 H

Hadirin Jamaah 'Iedul Fitri Rohimakumullah

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah, yang telah mensyariatkan shoum kepada para hamba-hambaNya, agar jiwa mereka suci dari dosa. Yang telah memanjangkan umur sehingga kita dapat menuntaskan ibadah shoum di bulan Romadhon tahun ini. Kita berdoa kepada Allah, agar berkenan menerima semua amal ibadah kita selama bulan Romadhon.

Sholawat teriring salam semoga selalu tercurahkan kepada sosok yang sangat dan selalu kita cintai, Nabi Muhammad beserta kelurga, sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Saya berwasiat kepada saya pribadi dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah. Dan marilah kita jadikan Romadhon yang baru saja berlalu sebagai bulan latihan. Untuk menyongsong waktu-waktu berikutnya dengan kualitas dan kuantitas ibadah yang lebih baik.

Hadirin Jamaah 'Iedul Fitri Rohimakumullah

Hari ini kita merayakan hari kemenangan dan kebahagiaan setelah melewati masa-masa ibadah Romadhon. Maka hebatkanlah kemenangan dan kebahagiaan ini dengan menjadikan moment Iedul Fitri sebagai starting up untuk meneruskan segala aktifitas ibadah yang telah kita biasakan di bulan Romadhon.

Sholat 5 waktu yang kemarin kita terbiasa melaksanakannya dengan berjamaah di masjid, maka kita teruskan untuk tetap melaksanakannya setelah Romadhon.

Shoum, yang sebulan penuh kita lalui dapat kita teruskan dengan shoum-shoum sunnah. Di antaranya adalah shoum Syawal. Rasulullah bersabda :

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

"Barangsiapa yang melaksakan shoum di bulan Romadhon

Kemudian melanjutkan dengan shoum enam hari di bulan Syawal

maka dia seperti melaksanakan shoum selama satu tahun."

Juga berbagai macam ibadah lainnya, seperti shodaqoh, tilawatil quran, dzikir, saling memafkan, dan lain sebagainya. Berikanlah kemuliaan pada diri kita untuk melanjutkan segala aktifitas tersebut di bulan-bulan setelah Romadhon.

Hadirin Jamaah 'Iedul Fitri Rohimakumullah

Berbicara tentang kemenangan, tentunya mengingatkan kita kembali pada kejayaan Islam di masa-masa keemasannya. Dimana, Islam dan kaum muslimin begitu berjaya di segala bidang. Politik, ekonomi, budaya ilmu pengetahuan dan lain sebagainya.

Cukuplah ilmu pengetahuan yang berkembang pesat menjadi bukti nyata akan kehebatan Islam. Al Quran, yang menjadi sumber segala disiplin ilmu membuat peradaban kaum muslimin jauh lebih unggul dibandingkan dunia barat selama lebih dari 1200 tahun.

Simaklah ayat berikut ini :

$oYù=yèy_ur z`ÏB Ïä!$yJø9$# ¨@ä. >äóÓx« @cÓyr ( Ÿxsùr& tbqãZÏB÷sムÇÌÉÈ

"dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup".

QS. Al Anbiya : 30

Sekilas, mungkin kita bingung. Bukankah kebutuhan pokok semua makhluk yang hidup di bumi adalah udara, lalu kenapa dikatakan air.

Jawabannya dapat kita temukan ketika melihat kaum ibu memasak air di dapur. Reaksi kimia air atau H2O jika dididihkan akan mengasilkan uap O2 atau udara. Nah udara itulah yang menyebar untuk dikonsumsi makhluk hidup. Tentunya kalau jumlah air yang kita hitung adalah air laut yang dididihkan matahari. Bukan hanya yang dimasak kaum ibu tadi.

Masih ingat dengan pesawat Apolo11 dan Chalenger buatan amerika yang pernah menembus langit ? atau pesawat Lunik dan Soyuz milik Uni Soviet? Begitu besar perhatian dan keinginan para ilmuwan sehingga usaha mereka berhasil untuk mengimbangi gaya gravitasi bumi. Dan ternyata kekuatan nukirlah yang berperan. Besarnya kekuatan nuklir yang dibutuhkan melebihi daya ledak nuklir bom atom yang dijatuhkan di Hirosyma dan Nagasaki. Ledakan nuklir tersebut dilakukan berkali-kali untuk dapat mendorong pesawat super canggih tersebut menuju ke ruang angkasa.

Dan subhanallah, konsep yang dipakai para ilmuwan setelah melakukan penelitian sekian lamanya ternyata sudah dibicarakan AL Quran berabad-abad sebelum para ilmuwan itu lahir.

uŽ|³÷èyJ»tƒ Çd`Ågø:$# ħRM}$#ur ÈbÎ) öNçF÷èsÜtGó$# br& (#räàÿZs? ô`ÏB Í$sÜø%r& ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur (#räàÿR$$sù 4 Ÿw šcräàÿZs? žwÎ) 9`»sÜù=Ý¡Î0 ÇÌÌÈ

Hai sekalian jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan yang besar. (Ar-Rahman 33).

Masih banyak lagi hasil penelitian ilmu pengetahuan yang ternyata, Islam, jauh sebelum para pakar barat menemukan penemuan-penemuan hebat mereka, Islam sudah lebih dulu mengenal. Dan tidak jarang para pakar barat tadi sesungguhnya hanya mencontek atau merujuk kepada ilmuwan Islam. Seperti

1. Al-Khowarizmi atau disebut Alqoritma, matematikawan ulung pertama di dunia

2. Ibnu Sina atau Avicenna

3. Ibnu Rusyd

4. Jabir ibnu Hayyan atau Geber

5. Abu Qosim atau Abucasisi

6. Dll

Bahkan dalam ilmu politik dan pemerintahan sekalipun, kalangan barat pun harus mengekor konsep kaum muslimin.

Bukankah konsep pemerintahan yang dianut Barat juga Indonesia selama ini adalah rumusan yang dibuat Montesqui (1755)?, bahwa rumusan pemerintahan yang baik adalah yang terdiri dari :

1. Legislatif (mempunyai kekuasaan membuat undang-undang)

2. Eksekutif (Mempunyai kekuasaan melaksanakan undang-undang)

3. Yudikatfi( Mempunyai kekuasaan pengadilan )

Atau mungkin rumusan pemikir barat lain yang berbeda dari sisi linguistik, seperti John Locke (1704), Van Vollen Hoven dan Lemaire. Dengan konsepnya, legislatif, eksekutif, federatif, regeling, bestur dsb.

Dan sekali lagi, subhanallah, ternyata semua konsep pemerintahan buatan mereka seolah-olah konsep yang basi. Karena Islam, berabad-abad sebelumnya sudah membuat rumusan pemerintahan yang begitu hebat . adapun konsep barat tadi seakan hanya mengikuti.

Sejak para khulafaur-rasyidun menggantikan Rasulullah, mereka membuat konsep pemisahan tugas pemerintahan. Mereka menyebutnya dengan :

1. Ulil Amri (Pelaksana Syariah atau undang-undang)

2. Majelis Syura (Dewan permusyawaratan)

3. Ahlul Halli wal Aqdi (Dewan Pertimbangan)

4. Qadhi Syuraih (Dewan peradilan)

Hanyasaja perbedaannya, Undang-undang yang diterapkan pemerintahan Islam adalah udang-undang yang tiada duanya, yaitu undang-undang buatan Allah, sedangkan undang-undang yang dibuat barat yang juga diterapkan di Negeri yang kita cintai ini adalah Undang-undang Made ini Manusia. Dan sungguh, buatan manusia tentu tidak akan bisa dibandingkan dan disandingkan dengan karya Allah.

Hadirin Jamaah 'Iedul Fitri Rohimakumullah

Masih banyak lagi bukti yang menunjukkan bahwa Islam memang betul-betul jaya. kita belum membahas bagaimana kekuasaan kaum muslimiin dapat mencapai sepertiga dunia. Melebihi kekuasaan Imperium kekaisaran Romawi dan Persia yang begitu melegenda. Dan dalam waktu yang relatif singkat, Islam dan kaum muslimin dapat meruntuhkan dua imperium yang super power tersebut.

Dari segi ekonomi, sejarah mencatat bahwa romawi dan eropa bahkan Rusia pun harus membayar pajak ke pemerintahan Islam. Tentu dikarenakan ketundukkan mereka.

Hadirin Jamaah 'Iedul Fitri Rohimakumullah

Selanjutnya, tidakkah timbul sifat kritis dalam diri kita untuk mencari tahu, mengapa kejayaan yang sebegitu hebatnya, saat ini seolah-olah hanya sebuah dongeng atau cerita khayalan belaka. Karena melihat realita yang ada jauh dari yang diceritakan sejarah.

Sejatinya, kehidupan kaum muslimin saat ini secara global internasional sudah sangat memprihatinkan. Penghinaan, penjajahan, perampasan bahkan pembantaian terhadap kaum muslimin dilakukan di mana-mana. Di Palestina, Irak, Afganistan, Checnya, Thailand, Kashmir. Dengan dalih pemberantasan terorisme, mereka membantai sipil-sipil muslim yang tidak mengerti apa-apa. Dan hampir semua operasi yang dilaksanakan untuk membombardir kelompok yang mereka buru, ternyata selalu salah sasaran. Kabar buruk tentang kesusahan saudara-saudara kita tidak mungkin dapat kita terima dengan valid. Karena berita yang kita terima dari hampir semua media selain internet sangat jauh berbeda dengan kenyataan yang ada.

Belum lagi penghinaan terhadap Rasulullah dan Al Quran, dengan beredarnya gambar-gambar atau klip-klip yang begitu menghinakan.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? apa yang bisa kita perbuat? Kita di Negeri yang relatif damai ini hanya bisa membantu saudara-saudara kita dengan cara-cara kurang efektif, walaupun tetap harus dilakukan. Bantuan kemanusian dan doa saja yang mungkin bisa kita upayakan, itupun kalau semua peduli dan memperhatikan.

Tidak sadarkah kita, bahwa posisi kita saat ini sudah sama, mirip dan persis seperti janji Rasulullah.

يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ

Hampir-hampir sekian banyak komunitas mengerumuni kalian layaknya orang-orang yang berkumpul mengurumuni hidangan di meja makan.(artinya siap memangsa dan menghabisi). Seseorang bertanya : apakah jumlah kita pada saat kejadian itu sedikit wahai Rasulullah? Beliau menjawab, (tidak) bahkan ketika itu jumlah kalian banyak. Akan tetapi laksana buih di lautan (terombang-ambing).

Mengapa ? Rasulullah menlanjutkan seraya mewanti-wanti

َلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ

Allah akan mencabut dari dada musuh kalian rasa getar (takut) terhadap kalian. Dan Allah mencampakkan ke dalam hati kalian penyakit Wahn.

Dan apakah Wahn yang menjadi biang kemunduran Islam itu ?

حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Cinta dunia dan takut mati

I. Cinta dunia

Hadirin Jamaah 'Iedul Fitri Rohimakumullah

Salah persepsi, itulah kalimat pertama yang mungkin patut diucapkan. Melihat fenomena phobia yang ada di masyarakat, ketika mendengar nasihat untuk tidak cinta dunia, atau ada kata lain yang tak kalah membuat sebagian kita terkesan bosan medengarnya. Yaitu zuhud terhadap dunia

Tentunya suatu kesalahan jika yang dipahami bahwa Islam adalah dien yang hanya mengajarkan penganutnya untuk tidak mencari kebahagiaan atau bekal di dunia, atau menelantarkan keluarga dengan enggan untuk mencari nafkah, atau bermalas-malasan dari bekerja dengan dalih zuhud dan tawakkal.

Sungguh keliru, karena justru Islam mengajarkan sebaliknya. Rasulullah sangat menyukai laki-laki yang mendapatkan nafkah dari hasil kerja tangannya sendiri. Dan beliaupun beserta para sahabatnya juga demikian.

Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang hanya berada di masjid, tidak mau mencari rizki untuk menafkahi dirinya dan keluarganya. Tentunya dengan dalih zuhud dan tawakkal. Maka Sang Imam menjawab, itu adalah perbuatan orang bodoh, karena teladan terbaik dalam masalah zuhud dan tawakkal adalah Rasulullah dan para sahabat. Dan mereka adalah para pekerja keras. Ada yang berdagang, bertani, berkebun, beternak dsb.

Di samping itu, para Nabi dan Rasul pun juga bekerja untuk menafkahi mereka dan keluarganya. Nabi Idris adalah seorang penjahit, Nabi Daud seorang pandai besi, Nabi Ibrahim peternak, Nabi Zakaria berkebun sedangkan Nabi Muhammad, selain pernah menggembala domba, beliau juga berdagang dan memerah susu.

Maka salah persepsi jika dikatakan Islam hanyalah agama yang menyuruh untuk mengurusi akhirat saja.

وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi

Hadirin Jamaah 'Iedul Fitri Rohimakumullah

Yang dipermasalahkan adalah, kegandrungan dalam mengejar dunia yang menyebabkan kerakusan dan ketamakan. Atau over act ketika memburu harta dan jabatan. Karena sikap berlebihan inilah yang akan menyebabkan berbagai macam kesalahan dan kerusakan.

Indikasinya adalah, penghalalan segala cara untuk mengejar yang dicita. Korupsi, suap, jual beli riba, tipu menipu, judi, mengurangi timbangan, menjual atau memproduksi yang dlarang, bahkan kemusyrikan sekalipun.

Perbuatan yang demikian tentunya dihiasi dengan kata-kata yang indah agar dianggap tidak bermasalah. Suap, kadang diganti dengan istilah uang tips, uang pelicin atau komisi yang diberikan sembunyi-sembunyi. Riba dirubah dengan kata-kata yang terkesan indah dan modern, seperti bunga, administrasi, denda dan lain sebagainya. Judi, ditutupi dengan bahasa kuis. Bisa kuis SMS, kuis telepon atau undian berhadiah. Kemusyrikan, dikaburkan dengan adanya ramalan, penerawangan alam ghoib atau ngalap berkah.

Apakah kita mengetahui bahwa yang demikian adalah permainan dan tipu daya syetan, supaya kita terlena sehingga terjebak dalam kubangan dosa. Dan apakah para pelaku mengira bahwa cara yang demikian dapat mengelabui Allah.

Cinta dunia inilah yang dapat menutupi mata sehingga kita tidak bisa memisahkan yang halal dari hal-hal yang haram. Kesalahan Brainwash membuat mainset sebagian kita hanya menganggap bahwa yang disebut barang haram adalah yang dlarang secara dzatnya saja, seperti bangkai, minuman keras, babi dan lain sebagainya. Padahal yang dilarang juga yang ditinjau secara hissiah, atau cara mencari dan mendapatkannya. Sehalal apaun barang, jika mendapatkannya dengan cara yang diharamkan, maka barang tersebut otomatis juga berstatus haram. Celakanya, jika bercokol dalam tubuh akan mempengaruhi jiwa, sehingga diri jadi malas ibadah, kikir bersedekah bahkan akan menjadi pengahalang doa kita untuk dapat dikabulkan.

Rasulullah pernah menceritakan dalam sebuah haditsnya akan adanya seorang laki-laki yang berjalan di tengah padang pasir dengan pakaian sangat lusuh. Kemudian menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ya robbi ya robbi. Tapi ternyata makanan dan minuman yang dikonsumsinya haram, pakaian haram, diberi makanpun dari yang haram, lalu bagaimana doanya dapat dikabulkan ?

Hadirin Jamaah 'Iedul Fitri Rohimakumullah

Hal lain yang dipermasalahkan, kegandruangan terhadap dunia, harta, jabatan dan yang semisalnya dapat membuat manusia rela untuk melalaikan dan menyingkirnya tujuan hidupnya yang haqiqi. Yang dalam hal ini semua kita sudah mengerti. Ibadah untuk menggapai kebahagiaan abadi, selama-lamanya serta tiada henti di negeri akhirat.

Pernahkah kita berfikir, jika untuk mendapatkan satu paket kebahagiaan dan kesuksesan didunia saja, dibutukahan usaha dan kesungguhan yang besar, atau ada yang menyebutnya dengan istilah P7 (pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan), maka untuk paket kebahagiaan dan kesuksesan akhirat yang jauh kebih besar tentunya juga dituntut usaha dan kesungguhan yang besar.

Tidak takutkah kita bahwa hubbundunya yang demikian akan menjadi investasi buruk di akhirat kelak.

Jika tidak, silahkan lakukan lakukan yang haram dan tinggalkan tujuan hidup haqiqi agar anda dapat merasakan buah zaqum di neraka, atau minuman hamim, air panas yang mencapai puncak didihnya, atau makanan duri yang begitu menghinakan, atau minuman nanah yang sangat menjijikan. Atau anda ingin dioven di pusat-pusat lembah neraka, Saqor, wail, goyy, yang jika gunung dimasukkan ke dalamnya saja akan meleleh, bagaimana dengan manusia. Atau mungkin ingin merasakan dipanggang api yang panasnya berlipat-lipat, yang ketika kulit sudah hangus, diganti dengan kulit yang baru, kemudian dipanggang lagi, diganti dipanggang dan seterusnya. Gak usah lama-lama, cukup puluhan, ratusan atau ribuan tahun.

Tapi cukuplah. Siapapun yang cerdas dan berakal, meski tidak mau hal yang demikian.

II. Takut Mati

Hadirin Jamaah 'Iedul Fitri Rohimakumullah

Selanjutnya adalah karohiyatulmaut yang lebih familier dikenal dengan sebutan takut mati.

Sejatinya, kecerdasan dan keimanan seseorang akan mengajak jiwanya merenung, bahwa karena kematian merupakan suatu kepastian, maka yang dilakukan bukannya lari dan menghindarinya. Tapi menyiapkan perbekalan untuk kehidupan sesudahnya. Plus tanpa menyia-nyiakan waktu dan umur.

Rasulullah bersabda :

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

Orang yang cerdas adalah yang selalu mengintrospeksi dirinya, dan senantiasa berbuat untuk kehidupannya setelah kematian, sedankan orang yang lemah akalnya adalah yang selalu menuruti nafsunya tapi selalu berangan-angan kepada Allah

Seorang motivator ulung, Mario Teguh pernah mengatakan suatu ungkapan yang begitu luar biasa. Bahwa ada orang hidup tapi belum mengenal kehidupan. Mereka adalah yang suka menyia-nyiakan diri dan waktunya dengan perkataan yang sebenarnya hanya ekspresi dari kemalasan,

Saya akan belajar dengan giat, kalau uang saku saya ditambah

Saya akan rajin ke sekolah, kalau sudah dibelikan motor

Saya akan serius bekerja, kalau gaji saya naik tiap bulan

Saya akan sunguh-sungguh berwirausaha tapi nanti kalau sudah ada yang ngasih atau minjankan modal

Saya akan menjadi ibu rumah tangga yang lebih baik, kalau uang belanja dilebihkan.

Bagi saya, ada tambahan. Orang yang betul-betul belum mengerti arti kehidupan adalah orang menyia-nyiakan waktu dan hidup dunianya untuk melalaikan kehidupan akhiratnya, sehingga muncullah ucapan :

Saya akan banyak berinfaq, tapi nanti kalau sudah banyak uang

Saya akan konsentrasi sholat, shoum dan semua ibadah kalau hidup sudah mapan.

Dan yang paling mantep :

Saya akan rajin ibadah, tapi nanti kalau usia saya sudah sekian

Saya akan semangat ke masjid, tapi nanti kalau sudah umur sudah akan finishing.

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Munafiquun : 11)

Bagi yang suka internetan, silahkan kunjungi youtube.com, lalu ketiklah di Search Engine-nya, "Death on the field". Maka akan didapatkan sekian banyak olahragawan muda dan belia yang tewas saat bertanding di tengah lapang. Marc Vivien Foe, Miklos Fehrer, Asy-Syuaibi, Omar Shanoun adalah pemain sepakbola yang tewas memilukan saat bertanding. Dan mereka masih sangat muda dan perkasa.

Konon, bersepeda adalah olahraga yang dapat menyehatkan jantung, tapi tidak bagi Jean Claude Misaac, pembalap sepeda yang meninggal dunia di usia muda karena serangan jantung.

Dan masih banyak lagi, profil-profil manusia yang perkasa, hebat mengagumkan tapi wafat di usia yang sangat dini.

Dan tentunya saya tidak memaparkan demikian kalau bukan untuk menegaskan bahwa, jangan tunggu hidup anda berakhir untuk menyiapkan kebahagiaan akhirat anda.

Hadirin Jamaah 'Iedul Fitri Rohimakumullah

Kalau virus wahn sudah menyebar dan menjangkit di tubuh masyarakat muslim, dan jika dunia saja yang diburu-buru serta kematian sudah tidak disiapkan, maka orang-orang yang sangat membenci Islam, dengan sangat mudah akan mencaplok kehidupan dan kejayaan Islam dan kaum muslimin.

Karena bagi orang Islam yang sudah tertular penyakit berbahaya ini, jangankan menghidupkan dan menjayakan Islam, kehidupan Islam dalam dirinya saja sudah redup bahkan padam.

Akhirnya, tidak ada kalimat penutup yang lebih layak selain nasihat, marilah muliakan diri dengan meninggalkan segala hal yang hanya akan menyengsarakan hidup, agar kita pantas mendapatkan segala yang pantas untuk kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Di Dunia kita raih kejayaan Islam, di akhirat kita gapai kebahagian abadi nan haqiqi.

Mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan kasih dan sayangnya kepada kita, sehingga hidayah dapat hinggap dalam hati kita, yang dengannya kita berharap dapat menapaki jalan yang lurus, dapat terhindar dari segala tipu daya syetan, baik syetan jin dan manusia. Dan akhirnya kita limpahkan harapan kita agar Allah berkenan memberikan konsistensi dan ke-istiqomahan, sehingga kita dapat menemui Allah dalam keadaan yang terbaik, yaitu husnul khotimah.

Demikian khutbah yang bisa saya sampaikan, adanya kesalahan dan kekhilafan tentunya suatu yang pasti, karena saya hanyalah manusia biasa. Karena itu, terbukanya pintu maaf dari hadirin sekalian adalah harapan besar yang sangat saya utamakan.

Syiah, Aliran atau Agama ?

I. Muqoddimah

Sudah sekian lamanya kita mendengar akan munculnya aliran-aliran yang mengaku bagian dari Islam, tapi ternyata justru menyimpang dari ajaran Islam. Kelompok-kelompok sesat tersebut seakan berestafet untuk datang silih berganti seiring keluarnya fatwa-fatwa tentang kesesatan mereka. Jika satu sekte difatwakan sesat dan dibubarkan, maka muncullah sekte lain dengan wajah baru dengan keyakinan yang tidak jauh berbeda. Dan memang sejak zaman para pendahulu kita, para sahabat radhiallahu 'anhum 'ajmain, aliran-aliran sesat sudah bermunculan dan selalu berganti kedok tatkala terkuak kesesatan dan kebodohan mereka.

Tersebutlah ummahatul firoq, induk perpecahan yang juga merupakan induk kesesatan. Seperti khawarij, syi'ah, murji'ah, mu'tazilah, asy 'ariyah dsb. Dan dari induk ini lahirlah berbagai aliran sesat, yang hingga saat ini terus bermunculan. Ada yang hanya mengambil gen kesesatannya saja, tanpa mengenakan pakaian atau nama aslinya, dan ada juga yang betul-betul tegas menyatakan bahwa kelompok mereka adalah pengikut aliran induk tertentu.

Syiah, adalah satu aliran atau sekte yang sejak dulu sampai naskah ini diketik masih menggunakan nama lahirnya. Walaupun mereka sudah berpecah menjadi puluhan bahkan ratusan kelompok.

Penting dan perlu untuk dibahas, mengingat begitu sering tampilnya berita-berita tentang syiah dan permusuhannya terhadap ahlu sunnah. Seiring dengan adanya dzon atau prasangka yang sangat keliru dan salah, bahwa syi'ah itu cuma merupakan satu aliran atau madzhab dari Islam yang tak ubahnya madzhab-madzhab lainnya. Padahal para ulama ahlu sunnah wal jama'ah telah sepakat bahwa syiah bukanlah bagian dari Islam, dan ia merupakan agama di luar Islam. Bahkan syiah diklaim bukanlah termasuk 72 golongan dari kaum muslimin yang masuk neraka, yang telah disabdakan Rasulullah (Umat Islam akan terpecah belah menjadi 73 golongan, satu di surga sedang yang 72 di neraka). Karena 72 golongan tersebut masih dalam koridor Islam, sehingga mempunyai kemungkinan untuk masuk surga. Sedangkan syiah tidak berada dalam koridor agama Islam.

Mudah-mudahan penulisan makalah singkat ini bisa menjadi bahan tameng aqidah bagi yang belum terjerumus ke dalam pemahaman syiah, dan juga menjadi bahan peringatan dan ajakan untuk sadar bagi yang sudah meng-iya-kan ajaran syiah, atau mempunyai kecerendungan terhadap syiah.

II. Sejarah lahirnya Syi'ah.

Syiah bermula ketika ada seorang yahudi yang bernama Abdullah bin Saba' berpura-pura masuk Islam dengan tujuan ingin merusak Islam. Ia membuat kekacauan di sana-sini dengan berlebih-lebihan dalam menyanjung Ali, anak-anak dan keluarganya. Dan menggembar-gemborkan bahwa yang berhak atas khilafah atau kepemimpinan kaum muslimin setelah Rasulullah wafat adalah Ali.

Pemeran utama lahirnya syiah ini ternyata juga diakui oleh para gembong ulama syi'ah, seperti An Nubakhti dalam bukunya firqus syi'ah, Al Kasyi dalam bukunya yang terkenal di kalangan syiah, Rijalul kasyi dan buku syiah lainnya.

III. Kesesatan aqidah Syiah

Adapun kesesatan syiah, maka jumlahnya sangat banyak sekali, mengingat perpecahan syiahpun juga banyak. Dalam hal ini saya akan membahas beberapa point penting kesesatan satu kelompok dari syiah, yang pengikutnya paling banyak, yaitu Syiah Imamah Itsna 'Asyriah atau syiah dua belas imam. Karena yang sangat mengkhawatirkan dari kelompok ini adalah, dakwah mereka disebarkan secara global. Dan kordinasinya bukan hanya dilakukan oleh suatu lembaga atau organisasi, tapi dakwah mereka diorganisir oleh satu negara, yaitu Iran.

Perlu dipahami sebelumnya bahwa kelompok syiah dalam memeluk dan menyebarkan ajarannya, harus diiringi dengan taqiyah. Yaitu menyembunyikan keyakinan mereka yang sebenarnya untuk mengelabui khalayak muslim (agar umat Islam tidak terlalu dini mengetahui kesesatan dan perbedaan syiah dengan sunnah. Yang jelasnya kita kenal dengan berbohong. Jadi mereka sudah terbiasa untuk berbohong demi kelancaran dakwah sesat mereka.

1. Tentang Al Qur'an

Mereka sangat meyakini bahwa Al Qur'an yang dipegang seluruh kaum muslimin adalah palsu, atau dengan kata halus dari mereka, bahwa Al Qur'an yang kita kenal dan kita pegang bukanlah Al Qur'an yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad. Karena telah mengalami perubahan, pergantian, pengurangan atau penambahan.

Keyakinan sesat tentang Al Qur'an ini tersebar melalui buku-buku karangan ulama masyhur mereka. Seperti :

a. Annury Ath Tibrisi dalam buku karangannya fashlul khitab.

b. Muhammad Ya'kub dalam buku yang ditulisnya Ushulul kaafi.

c. Ahmad Ath Thibrisi dalam bukunya Al Ihtijaj.

d. Al Mula Hasan dalam buku tafsir karangannya Ash Shafi.

Dan walaupun kalangan syiah telah bertaqiyah (berbohong agar mereka tidak dianggap pengingkar Al Quran), menyatakan bahwa kitab fashlul khitab bukanlah ajaran mereka. Tetapi buku ini justru memuat dan mencakup beratus-ratus teks dan keterangan dari ulama-ulama syiah tentang perubahan Al Qur'an.

Padahal telah jelas, bahwa Al Qur'an sejak diturunkan sampai hari kiamat pasti terjaga dari perubahan. Siapa yang tidak meyakini terjaganya Al Qur'an terancam dengan kekafiran, karena telah mengingkari ayat-ayat Al Qur'an yang menegaskan akan terjaganya Al Qur'an itu sendiri.

w ÏmÏ?ù'tƒ ã@ÏÜ»t7ø9$# .`ÏB Èû÷üt/ Ïm÷ƒytƒ Ÿwur ô`ÏB ¾ÏmÏÿù=yz ( ×@ƒÍ\s? ô`ÏiB AOŠÅ3ym 7ŠÏHxq ÇÍËÈ

Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

Bahkan, Allah berjanji akan menjaga kesucian dan kemurnian Al Qur'an dari segala macam perubahan.

$¯RÎ) ß`øtwU $uZø9¨tR tø.Ïe%!$# $¯RÎ)ur ¼çms9 tbqÝàÏÿ»ptm: ÇÒÈ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.

Dan layaknya aliran sesat lainnya, ulama dan pembesar syiahpun mengadakan berbagai penyimpang tafsir Al Quran dari makna sebenarnya. Seperti beberapa ayat dalam surat Ar Rahman,

ylttB Ç`÷ƒtóst7ø9$# Èb$uÉ)tGù=tƒ ÇÊÒÈ $yJåks]÷t/ Óˆyöt/ žw Èb$uÉóö7tƒ ÇËÉÈ Ädr'Î7sù ÏäIw#uä $yJä3În/u Èb$t/Éjs3è? ÇËÊÈ

ßlãøƒs $uKåk÷]ÏB àsä9÷s=9$# Üc%y`öyJø9$#ur ÇËËÈ

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya Kemudian bertemu, Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

Kaum syiah meyakini bahwa yang dimaksud bahrain (dua laut) adalah Ali dan Fatihmah, sedang barzakh adalah nabi Muhammad. Adapun Lu'lu' wal marjan adalah Hasan dan Husein.

2. Tentang Sifat Allah.

Secara global, kaum syiah adalah sekte yang tidak mengimani hampir semua sifat Allah yang terkandung dalam Al Qur'an dan As Sunnah. Alasan utamanya tentu karena meyakini bahwa Al Qur'an sudah tidak orisinil, sehingga tidak dapat dijadikan dasar. Hadits pun demikian. Dikarenakan mereka talah mengkafirkan sebagian besar sahabat Rasulullah, maka mereka pun menolak hadits yang disampaikan para sahabat tersebut. Padahal bagaimana mereka dapat pelajaran dari Rasulullah, jika para sahabat yang menyambung ajaran beliau dikafirkan.

Dalam sebuah kitab tauhid versi syiah, yang dikarang oleh ulama syiah bernama Ibnu Babawih, terdapat lebih dari tujuh puluh riwayat palsu yang menegaskan bahwa Allah tidak disifati dengan sifat apapun.

Bahkan di dalam kitab biharul Anwar (kitab syi'ah) disebutkan bahwa pernyataan Rasulullah dalam hadits shahih, akan dapat terlihatnya Allah pada hari kiamat adalah batil. Keyakinan mereka disebabkan pengkafiran yang berakibar penolakan terhadap periwayatan sahabat yang menjadi sanad hadits tersebut.

Padahal, seluruh pernyataan yang berdasar pada Al Qur'an dan Al Hadits adalah Haq, barangsiapa yang menolak satu ajaran Al Qur'an, sungguh telah kafir. Tapi begitulah, kesalahan dasar mereka dalam meyakini ketidakaslian Al Qur'an membuat mereka semakin sesat. Ketika mereka diberikan argumentasi berdasar pada Al Qur'an, yang menolak keyakinan mereka, maka mereka akan mengatakan bahwa Al Qur'an sudah tidak asli.

Masih berkaitan dengan sifat Allah, justru kaum syiah berkeyakinan akan adanya sifat bada' pada Allah. Yang maksudnya, bahwa Allah tidak mengetahui sesuatu yang akan datang. Tapi justru para Imam mereka yang dua belas, yang mengetahui perkara mendatang dan yang masih berstatus ghoib.

Hal ini tentunya bertentang dengan Al Qur'an.

@è% žw ÞOn=÷ètƒ `tB Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur |=øtóø9$# žwÎ) ª!$# 4 $tBur tbrâßêô±o tb$­ƒr& šcqèWyèö7ムÇÏÎÈ

Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

3. Tentang Imamah

Mereka meyakini bahwa imam mereka yang berjumlah 12 itu adalah ma'shum, terjaga dari segala kesalahan. Padahal tidak seorangpun yang ma'shum melainkan Rasulullah. Mereka juga mengimani bahwa imam mereka mengetahui perkara-perkara yang akan terjadi (ghoib). Kedua hal ini diakui salah satu imam mereka yang bernama Imam Ja'far Shadiq, lalu dikutip oleh Al Kulani dalam kitab syi'ah yang berjudul Ushulul Kaafi.

Bahkan Al Khumaini, tokoh syiah abad 20, dalam satu tulisannya menegaskan bahwa para imam mereka lebih utama daripada para nabi dan Rasul.

Kekufuran dan kemusyrikan akibat perngkultusan para Imam yang berlebihan banyak sekali dijumpai pada sya'ir-sya'ir tokoh syi'ah kontemporer, seperti Ibrahim Al Amili, Ali bin Sulaiman dan yang lainnya sesama pemeluk syi'ah.

Coba kita perhatikan beberapa bait dan syairnya Ali bin Sulaiman ketika memuji Ali yang sangat sarat dengan kemusyrikan,

Engkau berada di sisi Allah dan diri Rasul

Hamba Rabb dan engkau adalah raja

Engkau mengetahui segala yang terdapat di dalam dada

Engkau yang membangkitkan penghuni kubur

Kiamat ada dalam ketetapanmu

Engkau maha mengetahui lagi maha mendengar

Maha kuasa atas segala sesuatu

4. Tentang sahabat

Bagi kalangan syi'ah, semua sahabat Rasulullah kafir kecuali satu atau dua orang saja. Mereka sangat membenci sahabat, terlebih Abu Bakar, Umar dan Utsman. Mereka menuduh para pembesar sahabat tersebut sebagai pencuri kepemimpinan. Ulama-ulama syi'ah membuat ratusan, ribuan bahkan sampai saat ini mungkin sudah jutaan riwayat palsu untuk menjelek-jelekkan para sahabat. Dan ada kalanya mereka berhasil mempengaruhi banyak kaum muslimin, meskipun mereka bukan dari kalangan syi'ah.

Sebagai contoh, bukankah saat ini masih ada yang mengiyakan bahwa Utsman adalah khalifah yang Nepotis, mengangakat gubernur dan aparat pemerintahan dari kalangan kerabatnya. Sejatinya ini hanyalah pengaruh dari riwayat bohong syi'ah.

Mu'awiyah bin Abi Sufyan, banyak yang beranggapan bahwa ketika terjadi perseteruan antara beliau dengan Ali yang sampai berakibat pada peperangan, Mu'awiyahlah yang bersalah. Walau ada yang berlepas diri dari peristiwa fitan tersebut, tapi toh di dalam hati sebagian kaum muslimin masih ada sedikit anggapan bahwa Mu'awiyahlah yang bersalah. Padahal, jika kita selidiki secara rinci kejadian-kejadian yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, maka pasti kita akan menyadari bahwa tidak ada satupun dari kedua belah pihak yang bersalah, baik Mu'awiyah ataupun Ali. Mereka berdua hanya diadu domba oleh kelompok pembunuh Utsman. Dan perlu kita ketahui bahwa Mu'awiyah adalah salah satu orang yang sudah mendapat jaminan dari Rasulullah sebagai calon penghuni surga. Lalu bagaimana mungkin ia kafir. Dan bukankah yang memvonis kekafiran Mu'awiyah berarti telah menantang Rasulullah ?

Dan masih banyak lagi, tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada para sahabat, padahal Allah telah memuji mereka.

šcqà)Î6»¡¡9$#ur tbqä9¨rF{$# z`ÏB tûï̍Éf»ygßJø9$# Í$|ÁRF{$#ur tûïÏ%©!$#ur Nèdqãèt7¨?$# 9`»|¡ômÎ*Î/

šÅ̧ ª!$# öNåk÷]tã (#qàÊuur çm÷Ztã £tãr&ur öNçlm; ;M»¨Zy_ ̍ôfs? $ygtFøtrB ㍻yg÷RF{$# tûïÏ$Î#»yz !$pkŽÏù #Yt/r& 4

y7Ï9ºsŒ ãöqxÿø9$# ãLìÏàyèø9$# ÇÊÉÉÈ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

* ôs)©9 š_ÅÌu ª!$# Ç`tã šúüÏZÏB÷sßJø9$# øŒÎ) štRqãè΃$t7ム|MøtrB Íotyf¤±9$# z

Sesungguhnya Allah Telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon

Orang-orang mukmin yang dimaksud di sini adalah para sahabat.

5. Tentang nikah mut'ah dan keutamaannya bagi Syi'ah

Nikah mut'ah adalah menikah dengan perjanjian waktu tertentu, pada awalnya memang belum dilarang, karena sudah menjadi tradisi manusia sedunia saat itu. Sama halnya dengan khamr, atau minuman keras, yang awalnya tidak dilarang. Mut'ah dahulu Biasanya dilakukan ketika akan bepergian. Seorang laki-laki menikah dengan seorang wanita dengan perjanjian, ketika mereka berdua pulang dari tujuan, mereka otomatis bercerai. Pernikahan ini selanjutnya dilarang oleh Allah dan RasulNya. Selain banyak efek buruk yang ditimbulkan dari nikah mut'ah ini, ternyata mut'ah juga berpotensi untuk menyuburkan praktek prostitusi atau pelacuran.

Tapi justru kelompok syiah melestarikan dan menyuburkannya, dengan istilah yang ngetrend di Indonesia dengan kawin kontrak. Seorang pria dapat menikah dengan seorang wanita yang gadis, janda atau yang bersuami, bahkan pelacur sekalipun dengan masa waktu pernikahan yang hanya beberapa saat saja. Bisa satu bulan, satu pekan, satu hari bahkan satu jam. Dan ternyata produk sesat ini sangat laris di kalangan anak muda muslim di negeri kita, terutama di kalangan mahasiswa yang jauh dari pantauan orangtua.

Terlebih, para ulama syi'ah bukan hanya menghalalkannya, tapi juga memotivasi semua pemeluk agama syi'ah ini untuk beramai-ramai kawin kontrak. Ditambah dengan memberikan banyak kemudahan dalam pelaksanaanya. Seperti tidak harus ada wali, tidak harus ada saksi, wanita bersuamipun tidak masalah, yang inti sebenarnya mereka telah melegalkan pelacuran.

Orang yang baru terkena racun syi'ah ini, mungkin pada awalnya tidak sadar. Karena para pendakwah syi'ah (seperti yang diungkapkan sebelumnya) biasa bertaqiyah, menyembunyikan keyakinan rusak mereka dengan berbohong untuk mengelabui mangsa dakwahnya.

Halalnya mut'ah dan keutamaanya banyak sekali ditemukan dalam kitab-kitab karangan ulama syiah. Contoh saja Al Qummy, ulama syiah yang dalam kitabnya man laa yadhurruhul faqih, menegaskan, "Sesunggunya Allah mengharamkan atas orang-orang syi'ah segala minuman yang memabukkan dan menggantikan bagi mereka dengan mut'ah."

Bahkan dalam kitab syiah lain, furu'ul kafi dan Al Istibshar dijelaskan bahwa jumlah wanita yang boleh dinikahi bukan hanya empat, tapi bisa lebih bahkan sampai seribu wanitapun boleh, karena mereka dikontrak.

IV. Penutup

Begitulah beberapa jenis kesesatan syiah, yang tentunya masih banyak lagi. Keyakinan mereka tentang berubahnya Al Qur'an membuat mereka tidak mau merujuk pada Al Qur'an, sehingga merekapun mengingkari keabsahan Al Qur'an. Ditambah dengan pengkafiran yang mereka lakukan kepada para sahabat Rasulullah membuat mereka menolak segala hadits yang periwayatannya dari para sahabat tersebut. Padahal darimana mereka dapat mengetahui ajaran Rasulullah kalau bukan dari sahabat.

Sehingga jauhlah mereka dari sumber asli untuk ber-Islam, Al Qur'an dan As Sunnah. Maka tak heran kalau syiah disebut bukan aliaran dalam Islam, tapi agama. Ya, agama tersendiri di luar Islam, karena pedomannya bukan Al Qur'an dan As Sunnah. Dan siapapun yang tidak berpegangteguh pada Al Qur'an dan As Sunnah pasti akan sesat sesesat-sesatnya. Naudzubillah